Sunday, November 29, 2015

Asesmen Portofolio


Portfolio assessments mempersyaratkan adanya akumulasi bukti-bukti yang diperoleh selama beberapa/sepanjang waktu.Beberapa subject areas atau seting kelas khusus memandang asesmen portfolio mempunyai focus yang berb
A. Karakteristik Portfolio Assessments

Portfolio assessments merupakan bentuk asesmen yang penuh dengan tujuan, mengorganisasikan kumpulan pekerjaan siswa yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan usaha, kemajuan atau pencapaian/prestasi siswa.

 Ide asesmen portfolio diperoleh dari portfolio artis atau penulis yang kemudian diadobsi di lingkungan akademik. Asesmen ini memberikan makna kepada

siswa untuk menunjukkan apa yang dapat mereka kerjakan dengan myata.

Asesmen portofolio didasarkan pada kenyataan yang terjadi sesungguhnya atau the real world. Produk dan performa siswa dikompilasikan dalam sebuah upaya untuk menunjukkan kemahiran atau kemajuan siswa sepanjang waktu.

Beberapa sifat turunan dari asesmen portofolio dari folder contoh pekerjaan antara lain adalah: a) siswa harus diikutkan dalam proses, b) criteria pemilihan pekerjaan harus diidentifikasi, c) criteria pengambilan keputusan nilai pekerjaan harus dikembangkan, d) bukti refleksi siswa harus ada.

Guru memberikan petunjuk dan pekerjaan secara kolaboratif dengan siswa untuk mengidentifikasi goal dari sample portofolio dan pekerjaan untuk disertakan. Guru dan siswa melanjutkan saling akses ini untuk menentukan isi (lebih banyak berpusat pada siswa ketimbang bentuk asesmen  kelas lainnya). Dapat diadaptasikan untuk menemukan pembelajaran individual yang diperlukan (setiap portofolio diperlakukan secara individual).

Refleksi siswa memberikan kesempatan pada siswa untuk berpikir tentang bagaimana berpikir (beberapa siswa tidak biasa dengan ide ini).

Apakah ada satu metode yang sangat baik untuk menunjukkan metode dan cara berpikir yang digunakan oleh siswa, sebaik produk akhir (portofolio)? Berbeda dengan bentuk asesmen lainya, portofolio cenderung focus pada pencapaian siswa, bukan pada kesalahan. Portofolio menekankan kekuatan yang ada pada siswa. Portofolio dapat menghabiskan waktu yang banyak (proses mereview yaitu menguji portofolio secara kontinu sepanjang pertemuan dengan siswa secara individual).

Tiga ciri utama dari berbagai bentuk portofolio antara lain: a) merupakan koleksi pekerjaan siswa yang mempunyai tujuan khusus, b) siswa harus dilibatkan aktif dalam proses pemilihan pekerjaan untuk dimasukkan dalam portofolio, c) siswa harus secara aktif melakukan refleksi diri.

B. Penggunaan Portofolio

1.  Format ideal.

Didesain untuk dua tujuan utama, yaitu: 1) portofolio harus merupakan model pertanggungjawaban secara personal dalam merefleksikan pekerjaan orang/siswa itu sendiri, 2) portofolio harus menjadi dokumen perkembangan dan pertumbuhan siswa selama rentang waktu tertentu. Tiga komponen utama portofolio meliputi: 1) dokumentasi perkembangan pekerjaan utama/pokok, 2) bukti pekerjaan siswa selama rentang waktu tertentu, 3) refleksi siswa.

Dokumentasi Portofolio bertujuan untuk memberikan rekaman kemajuan siswa secara actual. Doukumentasi portofolio merupakan sebuah akumulasi bukti-bukti (yakni: usaha, kemajuan, dan prestasi}. Focus pada pendekatan holistic.

2.  Showcase Portofolio.

Bertujuan untuk menyoroti dan menayangkan keahlian-keahlian. Terdiri dari pekerjaan favorit dan terbaik dari siswa. Sample/contoh harus mendemonstrasikan level tertinggi dari pencapaian. Refleksi siswa merupakan kunci dari portofolio jenis ini.

3. Variasi Portofolio lainnya.

Portofolio Kelas, merupakan ringkasan dokumen yang digunakan untuk memberi ilustrasi kemahiran-kemahiran dalam kelas. Tidak termasuk refleksi siswa. Digunakan untuk laporan kepada orang tua siswa dan pengelola sekolah.

Portofolio Evaluasi, digunakan secara eksklusif untuk laporan kepada masyarakat umum dan kepada agensi pemerintah (merupakan sebuah hasil dari proyek hadiah (grant project, curriculum project, dan sebagainya).

3. Peng-kreasian Portofolio

Isu-isu dalam pengkreasian portofolio, guru harus membuat jernih tujuan dari portofolia dibuat (dapat menyatakan jenis portofolio mana yang digunakan). Criteria yang digunakan untuk mengases sample pekerjaan harus dispesifikasikan. Sample pekerjaan harus sejalan/parallel dengan objektiv pembelajaran dan proses pembelajaran yang terjadi. Kerangka waktu untuk mereview harus dispesifikasikan di awal. Pertimbangkan untuk memberi bantuan pada refleksi siswa. Penskoran portofolio harus dilakukan secara terbuka dengan siswa.

Pengembangan Portfolio: prosedur Step-by-Step

Step 1:     Tentukan tujuan yang akan dilayani dengan portofolio
Step 2:     Identifikasikan isi, konsep dan ketrampilan yang akan diases.
Step 3:     Identifikasikan pendekatan untuk mengorganisasikan.
Step 4:     Rencanakan satu proses review yang efisien dengan mengembangkan rangka waktunya.
Step 5:     Tentukan kapan dan bagaimana siswa dilibatkan.
Step 6:     Kembangkan rubrik penskoran (scoring rubrics).
Step 7:     Susunlah multiple reviewers untuk meningkatkan reliabilitas portofolio.
Step 8:     Rencanakan sebuah konferensi final (final conference).

4. Keputusan Isi.

Dalam banyak sekali situasi, siswa yang paling bertanggungjawab untuk memilih isi dari portofolio (tentu saja berkolaborasi dengan guru). Bagaimanapun, guru harus membuat jernih criteria spesifik untuk ditemukan dalam sample pekerjaan. Tidak terbatas pada apa yang dimasukkan dalam portofolio: harus diselaraskan antara goal, objective pembelajaran, dan produk siswa sebagai dasar dari asesmen .

5. Validitas dan Reliabilitas Asesmen Portofolio

Validitas, berhubungan penting dengan: a) kemampuan khusus siswa dinyatakan oleh sample yang ditentukan lebih lanjut, b) pilihan pekerjaan harus merepresentasikan keseluruhan domain, c) rubrik penskoran harus cocok dengan pekerjaan yang ada dalam portofolio.

Reliabilitas, merupakan konsistensi yang diinterpretasikan sebagai persetujuan antar penilai (interrater agreement). Rater atau penilai yang jumlahnya lebih dari tiga (ganjil) untuk menilai satu sample dapat memfasilitasi konsistensi ini. Selama reliabilitas cenderung rendah, portofolio harus tidak harus digunakan sebagai semata-mata penilaian terhadap performa siswa.

6. Kelebihan dan Keterbatasan Asesmen Portofolio

Kelebihan, a) secara substansial melibatkan siswa dalam proses, b) dapat menunjukkan pertumbuhan siswa selama rentang waktu tertentu, c) mendidik komunikasi antara guru dan siswa, d) mempersyaratkan suatu peran mandiri untuk siswa dan guru. Keterbatasan, kelemahan dalam validitas dan reliabilitas.

No comments:
Write Comments