Monday, December 7, 2015

Contoh skenario pembelajaran materi listrik dinamis

1.  Kompetensi yang ingin dicapai:
Siswa dapat mendemonstrasikan pemahamannya bahwa sebuah rangkaian listrik memiliki komponen-komponen berupa sumber arus, kabel penghubung dan piranti listrik lain misalnya lampu, motor  atau pemanas. Rangkaian listrik dapat terjadi jika beberapa komponen di atas dalam keadaan terhubung.

2. Tahap pendahuluan.
Pada tahap ini guru berusaha untuk membuat pertanyaan-pertanyaan efektif dengan maksud agar siswa termotivasi untuk mempelajari sub pokok bahasan rangkaian sederhana dan siswa menggali pengalaman-pengalamannya untuk membangun konsep rangkaian listrik sederhana. Guru memulai dengan menjelaskan materi pokok yang akan dipelajari dan beberapa manfaat praktis yang akan didapatkan.Selanjutnya pertanyaan efektif yang dapat dikemukaan oleh guru misalnya adalah mengenai lampu senter mengingat lampu senter merupakan perangkat yang banyak dimiliki oleh siswa. Pertanyaan guru adalah sebagai berikut.
“ Anak-anak, tentunya di rumah  kalian pernah memiliki atau mempergunakan lampu senter, nah jika lampu sentermu ternyata tidak menghasilkan cahaya hal-hal apakah yang mungkin terjadi pada lampu senter tersebut?
Jawaban-jawaban siswa yang dapat diperkirakan muncul antara lain adalah:
“ Batereinya habis “
“ Lampunya putus “
“ Senternya rusak”
Selain beberapa jawaban di atas mungkin akan muncul beberapa jawaban lain yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Berdasarkan beberapa hasil pengamatan, siswa umumnya dengan antusias menjawab pertanyaan guru. Hal ini karena jawaban terkait erat dengan  pengalaman mereka sehari-hari. Awalan pembelajaran semacam ini juga menghilangkan kesan bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit.
Guru hendaknya mencatat semua jawaban yang diutarakan oleh siswa baik jawaban yang “benar” maupun jawaban yang “salah”. Guru hendaknya juga memberikan respek positif bagi siswa yang berusaha untuk menjawab.
Akhirnya guru mengakhiri tahap pendahuluan dengan menjelaskan tahap berikutnya (Proses Sains).
“ Baiklah anak-anak, untuk membuktikan kebenaran jawaban-jawaban kalian di atas marilah kita lakukan percobaan. Kelas dibagi menjadi menjadi kelompok dan usahakan dalam waktu 30 menit kalian dapat membuktikan sebanyak mungkin jawaban yang kalian utarakan”

3.  Tahap Eksplorasi
Tahap proses sains adalah tahap pembelajaran di mana siswa ditantang untuk membuktikan “pengalaman-pengalaman” mereka sendiri dengan mempergunakan benda-benda kongkrit. Pada tahap ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan masing-masing kelompok diberikan beberapa piranti percobaan. Alternatif piranti percobaan antara lain adalah:

Beberapa buah baterei bagus
Beberapa buah baterei rusak
Bola lampu yang masih baik
Bola lampu yang rusak
Beberapa kabel penghantar dengan ujung mulut buaya
Saklar pencet
Multimeter.

Jika memungkinkan dapat pula disediakan motor listrik, nikelin sebagai pemanas dan sebagainya.
Pada tahap ini siswa di berikan waktu untuk melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil pengamatan mereka. Siswa dapat melakukannya dengan bebas sesuai dengan kesukaannya. Pada tahap ini guru dapat memberikan pengarahan jika diminta oleh siswa, namun sebaiknya siswa berkreasi sendiri (Guru harus memiliki persiapan yang matang terhadap semua kemungkinan percobaan yang dapat terjadi).
Setelah siswa menyelesaikan kegiatannya guru dapat meminta seluruh siswa untuk melaporkan hasil pengamatannya dan membuat kesimpulan sementara tentang syarat-syarat agar dapat terjadi aliran listrik pada sebuah rangkaian yang ditandai dengan bekerjanya beban seperti menyalanya lampu atau berputarnya motor. Tugas pribadi ini dimaksudkan agar proses sains tidak hanya terjadi pada beberapa orang tertentu saja.

4. Tahap KonsolidasiPada tahap ini guru dapat langsung mengajak siswa untuk mendiskusikan hasil pengamatan dan kesimpulan yang dihasilkan. Cara lain adalah guru dapat mengarahkan agar siswa melakukan diskusi kelompok untuk menghasilkan kesepakatan hasil pengamatan dan kesimpulan kelompok. Hasil kelompok inilah yang akan di floorkan di kelas. Pada tahap ini guru harus memperhatikan hasil kegiatan seluruh kelompok. Beberapa kelompok terkadang melakukan kegiatan yang menghasilkan biasan terhadap konsep yang benar. Karena itu sebaiknya set percobaan tidak di bongkar terlebih dahulu sebelum diambil kesimpulan secara besama-sama. Jika sebuah kelompok menghasilkan kesimpulan yang bias guru dapat mencermati kembali kegiatan siswa.

5. Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat konseptual untuk menguji apakah siswa telah benar-benar memahami konsep dasar yang diinginkan. Pada bagian ini guru juga dapat menambal sulam proses sains yang lepas dari pengamatan siswa. Misalnya guru dapat menanyakan:
“ Apa yang terjadi jika pada rangkaian listrik sederhana yang tersusun dari baterei, lampu dan kabel polaritas baterei di balik?”
“ Apa yang terjadi jika pada sebuah rangkaian listrik sederhana terdapat dua buah baterei yang saling berlawanan arahnya?”
“Apa yang terjadi jika antara ujung-jung bola lampu dipasang sebuah kabel?”.

No comments:
Write Comments