Sunday, May 5, 2019

Inilah 10 Perusahaan Paling Dikagumi di Dunia Pada Tahun 2019 Hal 3

4. Disneyland, resort hiburan paling banyak dikunjungi di dunia

Disneyland, yang berada di Anaheim, California (28 mil dari Los Angeles), adalah taman rekreasi Disney yang pertama didirikan dan resmi dibuka pada tanggal 17 Juli 1955.

Ide untuk pembuatan Disneyland berawal pada saat Walt  Disney melakukan kunjungan bisnis ke Chicago pada akhir 1940-an,  Walter E. Disney dan kakaknya, Roy, kala itu membawa anak – anak mereka, Diane dan Sharon, berjalan jalan melihat karnaval atau sirkus. Disney merencanakan untuk membuka taman bermain yang awalnya ingin dijadikan sarana hiburan bagi para pekerjanya untuk berlibur dengan keluarganya. Disney menghabiskan lima tahun mengembangkan Disneyland dan membuka anak perusahaan, yaitu WED Enterprises untuk melaksanakan perencanaan dan pembuatan taman. Disneyland resmi dibuka pada 17 Juli 1955 dan sampai saat ini Disneyland bisa ditemukan di beberapa negara.

Awal 1960-an merupakan keberhasilan bagi Disney  dan Walt Disney Productions menjadi produsen utama hiburan dunia. Setelah kepergian Walt Disney pada akhir 1966, karya–karyanya tetap terus berlanjut dan bahkan Disneyland sudah tersebar ke berbagai belahan dunia. Disneyland, telah berhasil menyedot setengah miliar lebih pengunjung dan menjadi taman yang paling banyak dikunjungi di dunia.

3. Berkshire Hathawa, Perusahaan induk warren buffet

Pada tahun 1962, Buffett masih menjalankan sebuah kemitraan kecil untuk mengelola dana kelolaan nasabah sekitar US$ 7 juta. Kemitraan ini kalau di masa sekarang disebut hedge fund.

Lalu tampaklah olehnya sebuah saham yang murah berdasarkan modal kerja dan lain sebagainya. Masalahnya, itu adalah saham sebuah perusahaan tekstil yang bisnisnya sedang menurun selama bertahun-tahun. "Aslinya adalah perusahaan besar, dan mereka menutup satu pabrik setelah yang lain. Setiap kali mereka menutup pabrik, mereka akan menggunakan dananya untuk membeli kembali saham mereka," kisah Buffett.

Jadi, ketika Berkshire hendak menutup satu pabrik lagi, Buffett segera membeli saham tersebut. Lalu ia menjualnya lagi ke perusahaan itu dan mengantongi untung lumayan.

Buffett mulai mengakumulasi saham itu sampai tahun 1964 ia sudah memiliki cukup banyak saham Berkshire. Ketika ia mengunjungi manajemen, CEO Berkshire Seabury Stanton berkata bahwa Berkshire akan menjual sejumlah pabrik lagi. Lantas uangnya akan digunakan untuk membeli saham dalam tender offer yang akan diadakan perusahaan.

Ia menatap Buffett dan bertanya, "Pada harga berapa Anda akan menjual saham Anda?" Buffett menjawab, "11,50." Stanton berkata, "Apakah Anda berjanji akan menjualnya pada 11,50?" Buffett berkata, "Tuan Stanton, Anda bisa memegang kata-kata saya bahwa jika Anda melakukan tender offer dalam waktu dekat, saya akan menjual saham saya di 11,50."

Sebulan kemudian, Buffett menerima sebuah surat. Pemberitahuan tender offer dari Berkshire Hathaway dengan harga...US$ 11,888. "Jika surat itu menyatakan US$ 11,50 saya sudah pasti menjual saham saya. Tapi ini membuat saya jengkel. Jadi saya pergi dan mulai memborong saham itu dan menjadi pengendali perusahaan, dan memecat Stanton," tuturnya sambil tertawa.

Cerita belum usai. Pada tahun 1967, Buffett melihat sebuah perusahaan asuransi bagus lalu ia membelinya sebagai aset Berkshire. "Saya seharusnya membelinya untuk sebuah entitas perusahaan baru," sesalnya. Sebab, Berkshire masih diberatkan oleh aset-aset tekstil yang busuk.

Buffett berusaha membangun bisnis demi bisnis di atas Berkshire. Namun, aset tekstil yang mati suri itu selalu menjadi hambatan. "Dan selama 20 tahun, saya meperjuangkan bisnis tekstil sebelum akhirnya saya menyerah," akunya.

Ia mengatakan, daripada mengucurkan semua uang ke dalam bisnis tekstil, semestinya ia mulai dengan sebuah perusahaan investasi. Jika saja itu yang terjadi, kata dia, Berkshire bisa bernilai dua kali lipat nilainya sekarang.

Meskipun begitu, investasi terbodoh Buffett pun berbuah manis. Buffett pertama kali membeli Berkshire seharga US$ 7,6 per saham. Sekarang harga saham Berkshire kelas A sudah mencapai US$ 128.475.

2. Amazon, Perusahaan belanja online terbesar di dunia

Amazon.com, Inc. didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 dan di online-kan pada juni 1995. Jeff Bezos menulis sendiri bussiness plan / rencana bisnis perusahaan impiannya ini dan memilih seattle sebagai tempat memulai usaha karena lebih mudah untuk mencari staff IT pada masa itu.

Perusahaan ini awalnya diberi nama Cadabra, Inc, namun orang sering salah mendengarnya sebagai ‘Cadaver’ (mayat/bangkai). Nama Amazon dipilih karena sungai Amazon adalah sungai terbesar didunia yang melambangkan ukuran yang besar dan juga karena nama ini di awali dengan huruf “A” yang muncul di awal urutan alfabet.

Pada masa awal amazon.com, perusahaan ini dikerjakan dari garasi rumah Jeff Bezos di Seattle dengan meja yang di buat dari pintu rumah bekas. Amazon saat itu tidak menyetok buku namun mereka bekerja sama dengan penerbit yang akan mengirimkan buku ketika ada permintaan ke amazon kemudian amazon akan mengirimkan kembali buku tersebut ke pemesan.

Pada bulan pertama diluncurkannya situs amazon.com, amazon melayani permintaan dari 50 negara bagian Amerika dan 48 negara dan saat itu buku adalah satu-satunya produk amazon.com.

Nick Hanauer adalah investor pertama yang percaya dengan ide Jeff Bezos dan menginvestasikan uang sebesar $40.000 sebagai modal. Dan ketika amazon.com pertama kali online, tampilan situs ini tidak semenarik sekarang. Situsnya terlihat sangat polos dan tidak menarik bagi kebanyakan orang, dan ketika Tom Alburg tertarik mengivestasikan $100.000 ke amazon.com sangat membantu perusahaan untuk menciptakan situs yang lebih menarik dan kemampuan hosting yang lebih baik. Pada tahun 1997 amazon menjadi perusahaan publik yang pertama kali dibuka dengan harga saham $18 dan melonjak menjadi $24 dalam sehari.

1. Apple, Pencipta iphone dan macintosh

Perusahaan Apple pada mulanya dibuat pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak yang sudah berteman dekat sejak lama. Awal mulanya, perusahaan Apple bermulai di garasi rumah Steve Jobs dengan perlengkapan seadanya. Misi mereka dalam membangun komputer Apple pertama adalah untuk mengubah sudut pandang masyarakat mengenai komputer, dimana mereka ingin membangun komputer yang cukup kecil dan user-friendly supaya dapat ditempatkan di rumah ataupun kantor dengan mudah.

Apple I merupakan penemuan komputer pertama yang dibuat dari awal oleh Wozniak. Komputer tersebut berbetuk seperti mesin ketik tanpa ada monitor, keyboard, ataupun casing. Maka dari itu, Apple I tergolong sebagai produk komputer yang tidak sempurna. Tetapi, pada era tersebut, kebanyakan komputer memang belum memiliki monitor untuk menampilkan visual. Oleh karena itu, tidaklah aneh bagi para pengguna Apple I untuk memerlukan keyboard terpisah dan menggunakan TV sebagai layarnya. Justru penemuan Wozniak ini menjadi sangat penting pada era tersebut karena suatu komputer dapat dibangun dengan komponen sederhana dan dapat menampilkan visual dengan dukungan TV. Anda juga perlu mengetahui sejarah televisi di Indonesia.

Sementara itu, Jobs yang menangani bagian bisnis, berusaha untuk meyakinkan para calon investor bahwa kebutuhan akan komputer personal akan melonjak tinggi di masa depannya. Setelah berusaha untuk mendapatkan investor, akhirnya Jobs berhasil menarik Mike Markkula, yang memberikan investasi sebesar $250,000 dan bekerja untuk Apple sebagai pekerja ketiga dari perusahaan tersebut.

Pada tahun 1977, Wozniak membangun komputer berikutnya sebagai produk kedua dari perusahaan Apple, yaitu Apple II. Penemuan komputer inilah yang berhasil mengguncang dunia dengan visual yang berwarna serta aplikasi VisiCalc yang bekerja seperti Miscrosoft Excel sekarang ini. Dengan adanya VisiCalc, Apple dapat menjual komputernya kepada konsumen bisnis atau kantor. Inilah awal mula dari sejarah berdirinya Apple.

Sebagai bagian dari sejarah berdirinya Apple, logo dan namanya dari perusahaan teknologi ini memiliki sejarahnya sendiri, Ada beberapa teori mengenai alasan perusahaan Apple menggunakan namanya dengan logo yang ikonik. Pada awalnya, nama Apple terinspirasi dari kisah Newton dengan sebuah apel yang jatuh diatas kepalanya. Maka dari itu, logo awal perusahaan Apple adalah gambar Newton duduk dibawah pohon. Namun, pada tahun 1977, Jobs merasa logo tersebut sulit untuk diingat karena terlalu detail. Maka, logo Apple didesain ulang pada tahun itu menjadi sebuah apel yang tergigit dan diisi dengan warna pelangi yang tidak berurutan.

Logo baru Apple ini juga memiliki makna dimana gigitan apel di bagian kanan atas apel digunakan untuk membedakan bahwa logo tersebut bukanlah jeruk atau tomat. Warna pelangi yang tidak beraturan juga menunjukan filosofi perusahaan Apple yaitu “Keluar dari aturan baku” yang memiliki arti kebebasan dan keberanian perusahaan Apple untuk terus berinovasi dan merevolusi teknologi. Tetapi pada akhirnya, Jobs memutuskan untuk mengganti logo Apple tersebut dengan warna berbeda, dimana logo Apple Monokromatik yang digunakan hingga sekarang lebih minimalis dan sederhana.

Share jika bermanfat,.. thanks,.

Halaman Sebelumnya<<<<

No comments:
Write Comments